Beranda » Seputar Umroh » Tata Cara Umroh Menurut Sunah

Niat Dalam Umroh
Niat adalah ruh dalam setip amal karna dengan nya sebuah amal perbuatan ditentukan nilai nya bahkan sebelum amal itu dilakukan, amalan Mubah akan bernilai ibadah jika diniatkan untuk ibadah pun demikian sebaliknya amal Ibadah Bisa sia sia jika salah niat nya.
Sebelum melakukan apa yang ada dalam Tata Cara Umroh setiap orang harus meluruskan niat nya agar Umroh yang dilaksanakan tidak sia sia hanya membuang tenaga dan materi tentunya siapapun tidak menginginkan Umroh yang dilakukan dengan mengeluarkan biaya yang lumayan dan membutuhkan tenaga dan meluangkan waktu tetapi semuanya hanya sia-sia.
Sebelum nya penulis meminta maaf, bukan maksud untuk menggurui tetapi hanya berusaha untuk saling mengingatkan. Jamaah harus mengucapkan niat terlebih dahulu, yaitu “Labbaika Allahumma Umrotan” .

 

Ber Ihrom Sebelum Umroh
Ihrom dalam arti bahasa mengharamkan dalam pengertian mengharamkan diri dari hal halal yang diharamkan untuk dilakukan pada saat Berihrom melaksanakan ibadah Haji atau Umroh.

Larangan saat sedang Ber Ihrom
– Mencukur atau mencabut dari semua anggota tubuh.
– Menggunting kuku pun jika dilakukan dengan menggigit kuku.
– Menutup kepala dan menutup wajah bagi perempuan.
– Mengenakan pakaian berjahit juga mengenakan Handuk yang berjahit untuk menutupi aurat saat derada di kamar mandi.
– Menggunakan harum-haruman juga mggunakan sabun yang berpewangi disaat mandi maupun saat mencuci tangan.
– Memburu, membunuh atau menyembelih hewan darat yang halal dimakan.
– Melakukan khitbah dan juga melkukan akad nikah.
– Jima’ (hubungan intim).
– Mencumbu istri.
Memang seemua itu akan di terangkan oleh mutowwif yang membimbing anda dalam perjalanan Umroh atau anda juga bisa bertanya, tetapi tidak ada salahnya jika anda mencari tau dan mempelajari nya dari artikel Larangan Saat Ihrom dalam Tata Cara Umroh Lengkap ini.
Saat mengambil Miqot ( batas tempat sebelum memasuki kota haram untuk beribadah Haji dan juga Umroh ), setelah itu jamaah sudah bisa memasuki kota haram Makkah untuk melanjutkan manasik selanjutnya.

Dari Bir Ali jamaah akan dibawa menuju kota haram Makkah, setelah memasuki kota suci ini kita akan antarkan ke hotel untuk check in dan beristirahat setelah lelah perjalanan dari madinah ke Makkah yang memang cukup jauh dengan jarak tempuh menggunakan Bus sekitar enam jam, tak lupa biasanya pembimbing akan menentukan waktu untuk Thawaf bersama di Al haram.

 

Thawaf saat Umroh
Thawaf memiliki makna keinginan dari Jamaah untuk dilihat dan didengar Allah. Kegiatan ini dilakukan dengan Cara mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali di Masjidil Haram dimulai dari Rukun Hajar Aswad ( sudut ka’bah yang terdapat hajar aswad ) jika dimulai setelah rukun hajar aswad maka putaran pertama nya tidaklah sah.

Ketika Jamaah melakukan ibadah ini, Jamaah disyaratkan suci dari hadas besar dan hadas kecil. Pertama, Jamaah cukup berlari-lari kecil dan apabila tidak memungkinkan, Jamaah bisa melakukan ibadah Thawaf dengan Cara berjalan cepat pun jika tidak memungkinkan maka cukup berjalan mengikuti arus saja dikarenakan memang ramai nya jamaah Umroh di seputaran Ka’bah dan orang yang melakukan Thawaf sunnah tidak memungkinkan kita untuk berlari. Saat Thawaf, hendaknya Jamaah juga melakukan Istilam atau mencium dan mengusap Hajar Aswad dan jika memang tidak memungkinkan maka cukup dengan melambaikan tangan disaat berada di Rukun Hajar Aswad pada setiap putaran. Dalam hal ini, berdoalah untuk selalu dimudahkan oleh Allah SWT dan juga banyak ber Istighfar.

 

Sa’I Dalam Ibadah Umroh
Tata Cara Umroh selanjut nya adalah melakukan Sa’i yaitu berlari kecil sebanyak 7 kali dari bukit Safa ke bukit Marwah dengan perhitungan saat dari bukit safa menuju bukit marwah dihitung satu kali dan dari bukit marwah ke bukit safa juga dihitung satu kali dan akan berakhir di bukit Marwah, diantara kedua bukit itu ada area yang ditandai dengan lampu berwarna hijau dan saat berada di area hijau itu kita hendak nya mempercepat langkan atau berlari kecil hingga batas lampu hijau habis.

Ibadah ini diilhami dari keimanan Siti Hajar kepada Allah SWT dan ketaatan pada suaminya Nabi Ibrahim AS untuk tidak keluar dari lembah tempat Nabi Ibrahim meninggalkan Siti Hajar dan putranya Ismail, sebuah bentuk ketakwaan yang yang hanya dimiliki seorang hamba yang sangat beriman pada tuhan nya tanpa syarat, bagaimana keimanan seorang hamba yang mempercayai bahwa keputusan yang diambil suaminya untuk meninggalkan diri dan juga anak yang masih bayi di sebuah lembah tandus takbertuan, jika saja keimanan nya terkontaminasi logika pastilah ia tidak akan mau ditingalkan di lembah tandus itu, ya…. Logita berfikir seorang manusia akan memperhitungkan bagaimana ia akan bertahan hidup di lembah yang kering tandus berbatu itu hanya di temani seorang anak yang masih bayi.

Melaksanakan Sa’i pada ibadah Umroh di saat ini sudah difasilitasi dengan lantai marmer yang nyaman di pijak dengan suhu udara yang dibuat sejuk dengan pengatur suhu tanpa terkena sinar matahari, itupun kita akan merasa cukup lelah berjalan dan berlarian kecil sadi bukit Safa menuju bukit Marwah hingga tujuh kali bolak balik. Terbayang betapa lelah dan letih nya ibunda siti hajar disaat bolak balik bukit safa dan Marwah saat mencarikan air untuk Nabi Ismail kecil yang kehausan.

Ibadah Sa’i member pelajaran bagi seluruh umat islam bahwa kepasrahan diri kepada Allah SWT dengan segala ketentuan dan hukum yang diperintahkan pada hambanya harus dilaksanakan tanpa syarat dengan mengimani bahwa apa apa yang allah perintahkan adalah kebaikan yang bisa didapat oleh seorang hamba bagaimanapun perintah itu, dimana ketaqwaan dan kesabaran yang ditunjukkan Jamaah selama ibadah akan membawa kebaikan yang tidak terkira.

 

Tahallul 
Setelah selesai melakukan Sa’I di bukit Marwah jamaah akan bertahallul melakukan pemotongan rambut yang memiliki makna menyucikan diri dan membuang semua pikiran maupun perasaan negatif, dengan Cara memotong sebagian atau seluruh rambut maka selesailah Umroh yang dilaksanakan dan sudah terbebas dari larangan – larangan yang ada ketika berihrom yang berarti kita sudah bias melakukan hal-hal halal yang sebelum nya dilarang saat Ihrom.

Untuk ber tahallul kita tidak perlu khawatir atau repot – repot mencari barber shop karena di area bukit Marwah kita akan menjumpai banyak jamaah umroh dari berbagai Negara yang saling bergantian mencukuri saudara muslim lain nya, kita juga bisa meminta tolong pada mereka atau bahkan terkadang mereka menawari kita untuk dibantu dan jika anda melaksanakan Umrah bersama yang diadakan Travel Umroh ketua rombongan dan juga mutowwif akan selalu membantu anda.

Kita sering melihat orang yang pulang dari Haji dan juga Umroh menggunduli kepalanya sampai plontos dan ada juga yang tidak, sebenarnya apa yang mendasari ini jika tidak ada halangan untuk update selanjut nya kita akan membahas tentang ini.

 

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.